Film Anak Indonesia yang Membuat Masa Kecil Bahagia – Mengajak buah hati menggunakan pas libur sanggup di laksanakan dengan beraneka cara. Mengajaknya ke taman bermain atau ke tempat-tempat untuk mengasah kapabilitas dan wawasannya adalah beberapa opsinya.

Namun, meningkatkan wawasan si buah hati sanggup di laksanakan dengan mengajaknya saksikan film, lho. Tontonan yang di suguhkan pasti spesifik untuk anak-anak.

Nah, negara kita ini punya beragam film anak-anak yang sangat menghibur dan berikan beraneka nilai yang sanggup di petik. Si buah hati tak cuma di hibur, mereka pun sanggup studi dari film dan menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis filmnya mulai dari petualangan, mengejar impian, dan pertalian dengan orang tua. Di bawah ini, Bacaterus telah mendaftar beraneka film Indonesia untuk anak-anak yang tak boleh terlewatkan.

Film Anak Indonesia yang Membuat Masa Kecil Bahagia

1. Petualangan Sherina

Ketika membahas film anak-anak, kami tak sanggup terlepas dari yang satu ini. Ya, Petualangan Sherina begitu di nikmati dan menghibur anak-anak 90-an. Apakah kamu salah satu yang dulu saksikan film ini?

Petualangan Sherina mengajarkan makna sebuah pertemanan yang tidak lihat latar belakang dan tidak saling mengejek karena perbedaan. Tak cuma itu, film yang di bintangi Sherina dan Derby Romero ini terhitung mengajarkan kami untuk saling tolong menopang satu sama lain.

Awalnya, Sherina dan Derby adalah dua anak yang saling bermusuhan. Namun, bersamaan berjalannya waktu, mereka paham jikalau bermusuhan tidak akan selesaikan masalahnya. Maka dari itu, mereka setuju untuk menjadi kawan dan saling membantu.

2. Joshua Oh Joshua

Bagi anak 90-an, rasanya nyaris semua mengenal siapa Joshua. Selain bernyanyi, Joshua terhitung bermain film drama musikal dengan judul Joshua oh Joshua. Hampir sama seperti film Sherina, Joshua oh Joshua terhitung mengisahkan berkenaan persahabatan dengan tidak serupa umur dan latar belakang.

Joshua memerankan Jojo adalah penyanyi jalanan yang bersahabat dengan Jejen (Mega Utami). Mereka harus menopang keluarganya mencari duit di kala sepulang sekolah. Meski beragam halangan menghampiri, mereka senantiasa riang gembira dan tak dulu menyerah.

3. Laskar Pelangi

Sedikit lebih modern, Indonesia punya film anak-anak yang begitu menyentuh semua kalangan. Film Laskar Pelangi di adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Andrea Hirata. Film yang mengambil latar tahun 70-an ini bercerita berkenaan sebuah harapan dan cita-cita.

Laskar Pelangi berikan pesan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk seseorang sanggup bangkit dan maju. Meski berada di pedalaman, anak-anak di dalam film tersebut tetap mengupayakan sehingga satu persatu mendapatkan apa yang di inginkannya.

Baca Juga: Sinopsis & Review Film Heart, Antara Cinta dan Persahabatan

4. Untuk Rena

Untuk Rena terhitung sangat cocok untuk di tonton di akhir pekan bersama dengan si buah hati. Ceritanya adalah berkenaan Rena, di perankan Maudy Ayunda, yang tinggal di panti asuhan bernama Rumah Matahari.

Rena adalah yang anak paling besar di panti asuhan. Ia beranggap semua yang tinggal di sana adalah adiknya. Maka dari itu, karena tidak ingin berpisah dengan mereka, ia senantiasa menyebabkan onar di kala ada pasangan atau keluarga yang ingin mengadopsi anak-anak. Namun, seluruhnya berubah di kala pria bernama Yudha singgah ke sana.

Film Untuk Rena mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan untuk saling memaafkan satu sama lain, perasaan kehilangan sampai permintaan untuk saling memaafkan.

5. Serdadu Kumbang

Serdadu Kumbang mengisahkan tiga anak bernama Amek, Umbe, dan Ancan. Mereka berasal dari Desa Mantar, Nusa Tenggara Barat. Ketiganya merupakan kawan dekat yang tak sanggup di pisahkan. Dalam film ini, ketiga anak tersebut di ekspresikan sebagai anak yang tidak dulu menyerah akan cita-cita walaupun serba kekurangan.

Salah satu contohnya adalah Amek. Dengan kekurangan fisiknya karena bibir sumbing, ia senantiasa yakin dengan cita-citanya untuk menjadi seorang presenter di TV.

6. Jendral Kancil

Jendral Kancil berbicara berkenaan seorang anak bernama Guntur (Adam Farrel Xavier). Ia merupakan anak pembuat onar di sekolahnya. Orang tuanya sering sekali mendapat laporan dari guru. Bahkan, beberapa guru tak sanggup dengan kenakalannya.

Meski demikian, Guntur adalah orang yang setia kawan. Ia tak dulu jahat kepada teman-temannya, senantiasa menopang mereka yang membutuhkan. Film ini merupakan remake dari judul yang sama di tahun 1985.

7. Tanah Air Beta

Tanah Air Beta berlatar tempat di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Film ini bercerita berkenaan ikatan keluarga yang sangat kuat.

Rasa saling menghormati satu sama lain begitu kental di dalam film ini. Di tambah, mereka tak dulu letih untuk bersyukur terhadap yang di milikinya, meski terhadap 1998 telah berlangsung konflik yang memisahkan Indonesia dan lebih dari satu lokasi Kupang.

8. Garuda di Dadaku

Garuda Di Dadaku adalah film berkenaan seorang anak bernama Bayu yang bercita-cita menjadi seorang pesepak bola. Layaknya Tsubasa, ia nyaris setiap hari menggiring bola dan menyusuri setiap jalur yang di lewatinya. Ia terhitung tak dulu letih untuk berlatih.

Film ini mengajarkan makna stimulus pantang menyerah, meski banyak halangan yang lumayan berat di depan mata. Garuda di Dadaku lumayan unik jikalau di banding dengan film lainnya. Selain kegigihan mengejar cita-cita, film ini bermuatkan tema kebangsaan dengan membawa olahraga sepak bola Indonesia.

9. Koki-Koki Cilik

Sesuai namanya, film ini bercerita berkenaan anak-anak yang mengupayakan untuk mendapatkan gelar sebagai koki di Cooking Camp. Acara tersebut adalah lomba memasak paling bergengsi dan sangat mahal. Salah satu anak bernama Bima, berasal dari keluarga kurang sanggup yang sukses masuk seleksi.

Meski dengan segala kekurangannya, Bima tetap hadapi tantangan memasak dan beradu dengan anak-anak lainnya yang punya segala fasilitas yang di butuhkan. Seiring berjalannya waktu, Bima bersua dengan seorang chef yang telah pensiun.

Awalnya, si koki tersebut terganggu dengan Bima. Namun, lihat kegigihan Bima, koki tersebut dengan senang hati mengajari berkenaan masak.

Di samping kegigihan seorang anak, Koki-koki Cilik ini memperlihatkan kebersamaan antar teman. Bima punya teman-teman yang senantiasa mendukungnya di dalam suasana apa pun juga.

10. Kulari ke Pantai

Film terakhir adalah Kulari ke Pantai. Rasanya, film ini berikan warna baru bagi film anak di Indonesia. Bertema berkenaan keluarga, Kulari ke Pantai berkisah berkenaan perjalanan yang di laksanakan anak dan ibu, keduanya sangat senang menjelajah. Sehingga suatu hari, mereka merencanakan pergi dari Jakarta ke Banyuwangi gunakan mobil.

Sepanjang perjalanan, si anak yang bernama Sam mendapat banyak pelajaran. Apalagi di kala perjalanan mereka di temani sepupunya bernama Happy. Perbedaan cii-ciri membikin film ini lebih menarik. Tak jarang, keduanya saling beradu mulut. Meski demikian, film ini begitu kental dengan rasa toleransinya.